Hasil Ujian Nasional (Unas)
tahun 2013 untuk jenjang SMA/SMK/MA telah diumumkan secara serentak pada hari
Jum’at (24/05/2013) kemarin. Dari berbagai berita yang dipublikasikan di
Kompas.com, diperoleh informasi bahwa dalam Ujian Nasional tahun 2013 terdapat
12 (dua belas) siswa yang memperoleh nilai UN murni tertinggi
se-Indonesia dan 10 (sepuluh) sekolah dengan rata-rata nilai murni tertinggi
Unas se-Indonesia.
Hidup itu seperti musik, yang harus di komposisi oleh telinga, perasaan dan instink, bukan oleh "peraturan"
Senin, 27 Mei 2013
Minggu, 21 April 2013
PENGEMBOSAN POLITIK EPISODE III?
Oleh: Ainur Rohim
"Saya ini seperti orang teler, setelah
menenggak bir bintang langsung nyender di beringin, kemudian diseruduk
banteng," tutur KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika memberi sambutan
pada acara perayaan Isra Miraj di Markas Golkar, Slipi, Jakarta menjelang Pemilu
1987.
Itulah gaya tokoh yang belum begitu lama duduk di
pucuk pimpinan NU itu, di hadapan sekitar 2.000 undangan, termasuk Ketua Umum
Golkar, Sudharmono dan Sekjennya, Sarwono. Dengan itu ia ingin menyatakan, NU
berada di atas semua golongan.
Itu pernyataan Gus Dur, Ketua Umum PBNU, seperti
dimuat majalah mingguan Tempo edisi 11 April 1987. Pernyataan itu disampaikan
menjelang Pemilu 1987 dan pasca-NU secara legal-formal menyatakan kembali ke
Khittah 1926 sesuai keputusan muktamar NU ke-27 di Pondok Salafiyah Syafi'iyah
Asembagus Situbondo, Jatim pada 1984. NU menjaga jarak yang sama dengan ketiga
kekuatan sosial yang ada (PPP, Golkar, dan PDI). NU ada di mana-mana dan NU tak
ke mana-mana.
Label:
Essay
Sabtu, 30 Maret 2013
CATATAN BUAT BAPAK TERCINTA
Teringat pepetah
bahwa "penyesalan akan terlihat dibelakang hari bukan di depan".
Sepenggal kata itu mengingatkanku akan sosok tauladan yang telah bersusah payah
mendidik dan membimbingku dari usia bayi sampai saat ini. Dari masa dimana aku
belum mengerti tentang sesuatu sampai aku benar-benar sedikit memahami tentang
makna perjuangan dan usaha hebat darinya.
Pelajaran berharga
tanpa harus didasari dengan metode formal seperti saat sekolah. Memberikan
gambaran yang jelas tentang keuletan usaha dan pengorbanan tanpa pamrih yang
selalu ia tunjukkan. Tak perduli terik, hujan dan angin. Ia senantiasa berjuang
demi melaksanakan tugasnya sebagai seorang kepala rumah tangga dan mencerminkan
bahwa dirinya benar-benar bertanggungjawab akan keluarganya.
Label:
renungan
Sabtu, 23 Februari 2013
HAKIKAT MANUSIA
Pengetahuan tentang hakikat dan kedudukan manusia merupakan
bagian amat esensial, karena dengan pengetahuan tersebut dapat diketahui
tentang hakikat manusia, kedudukan dan peranannya di alam semesta ini. Pengetahuan
ini sangat penting karena dalam proses pendidikan manusia bukan saja objek
tetapi juga subjek, sehingga pendekatan yang harus dilakukan dan aspek yang
diperlukan dapat direncanakan secara matang.
Para ahli dalam berbagai bidang memberikan
penafsiran tentang hakikat manusia. Sastraprateja, misalnya. Ia mengatakan
bahwa manusia adalah mahluk yang historis. Hakikat manusia sendiri adalah
sejarah, suatu peristiwa yang bukan semata-mata datum. Hakikat manusia hanya
dapat dilihat dalam perjalanan sejarah dalam sejarah bangsa manusia. Apa yang
kita peroleh dari pengamatan kita atas pengalaman manusia adalah suatu
rangkaian anthropological constants yaitu dorongan-dorongan atau
orientasi yang tetap dimiliki manusia.
Label:
Essay,
Pendidikan
Langganan:
Postingan (Atom)