Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2014

Datang Tampak Muka, Pulang Tampak Punggung

 'Datang tampak muka, pulang tampak punggung.
Sebab, dalam mengelola Persepam kami berstatus sebagai tamu'.
Sebuah ungkapan menarik dari seorang Achsanul Qasasi, yang tidak lain merupakan mantan Manajer Persepam-MU dalam tiga musim terakhir. Yakni sejak Persepam berlaga di Devisi Utama musim 2011-2012 hingga kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012 hingga 2014.

Senin, 10 November 2014

Hari Pahlawan Tidak Sekedar Serimonial

Hari Pahlawan yang biasa dirayakan pada 10 November, merupakan peristiwa bersejarah saat terjai pertempuran antara pihak tentara Indonesia dengan pasukan Belanda, yang terjadi pada 10 November 1945 di Kota Surabaya.

Pertempuran tersebut merupakan perang pertama tentara Indonesia dengan pasukan asing, setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. Bahkan pertempuran tersebut termasuk pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah revolusi Nasional Indonesia yang menjadi simbol nasional atas perlawanan rakyat Indonesia terhadap kolonialisme.

Selasa, 11 Juni 2013

KETIKA ASA TAK LAGI BERPIHAK

"Sekuat apapun kita berusaha, 
senekat apapun kita beraksi. 
Akan tetapi, Tuhan lah yang mengatur semuanya".

Mungkin prakata itu bisa menggambarkan dari sosok seorang lelaki, sebut saja Arif, yang senantiasa berusaha untuk mengungkapkan kata kejujuran yang sudah lama tersembunyi dibalik ketakutannya untuk mengungkap kata. Entah karena ia takut, tidak percaya diri, atau yang lainnya. Sehingga ia pun terpuruk dalam penyesalan atas kegagalan yang "terlambat" diungkapkan.

Sabtu, 30 Maret 2013

CATATAN BUAT BAPAK TERCINTA


Teringat pepetah bahwa "penyesalan akan terlihat dibelakang hari bukan di depan". Sepenggal kata itu mengingatkanku akan sosok tauladan yang telah bersusah payah mendidik dan membimbingku dari usia bayi sampai saat ini. Dari masa dimana aku belum mengerti tentang sesuatu sampai aku benar-benar sedikit memahami tentang makna perjuangan dan usaha hebat darinya.
Pelajaran berharga tanpa harus didasari dengan metode formal seperti saat sekolah. Memberikan gambaran yang jelas tentang keuletan usaha dan pengorbanan tanpa pamrih yang selalu ia tunjukkan. Tak perduli terik, hujan dan angin. Ia senantiasa berjuang demi melaksanakan tugasnya sebagai seorang kepala rumah tangga dan mencerminkan bahwa dirinya benar-benar bertanggungjawab akan keluarganya.

Rabu, 16 Juni 2010

Petuah Bijak

Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah

Minggu, 20 Desember 2009

Kekuatan dibalik kelemahan

By ; Ipins 19

Dalam kehidupan keseharian kita, seringkali kita menemukan orang-orang yang memiliki kelemahan dan keterbatasan fisik berada di sekitar kita. Terkadang kita menemukannya di emperan-emperan kaki lima, di pintu masuk supermarket, di jembatan penyeberangan, di trotoar, di lampu merah, di stasiun kereta, di stasiun pengisian bahan bakar, dan masih banyak lagi tempat lainnya.
Diantara sekian banyak orang-orang yang memiliki keterbatasan secara fisik, secara umum mereka terbagi menjadi dua golongan. Golongan pertama adalah mereka yang menyerah dengan keterbatasn fisik yang mereka alami. Mereka yang terus menyesalkan mengapa mereka memiliki kelemahan di dalam diri mereka. Mereka yang terus larut di dalam kekecewaan, menyesali hidup dan terus menyalahkan diri sendiri dan bahkan menyalahkan Sang Pencipta atas keterbatasan fisik yang mereka alami. Implikasi dari hal ini semua, mereka menjadi orang-orang yang lemah yang hanya meratapi nasib dan tidak memiliki daya juang yang tinggi dalam hidup mereka. Golongan seperti inilah yang memenuhi tempat-tempat umum untuk menjadi peminta-minta, memelas iba dari setiap orang demi menyambung hidup mereka dari hari ke hari.

Jumat, 18 Desember 2009

Menyambut Tahun Baru Hijiriah yang Salah Kapra


By ; Ipins 19

Dalam menghadapi tahun baru hijriyah atau bulan Muharram, sebagian kaum muslimin salah dalam menyikapinya. Bila tahun baru Masehi disambut begitu megah dan meriah, maka mengapa kita selaku umat Islam tidak menyambut tahun baru Islam semeriah tahun baru masehi dengan perayaan atau pun amalan?
Satu hal yang mesti diingat bahwa sudah semestinya kita mencukupkan diri dengan ajaran Nabi dan para sahabatnya. Jika mereka tidak melakukan amalan tertentu dalam menyambut tahun baru Hijriyah, maka sudah seharusnya kita pun mengikuti mereka dalam hal ini. Bukankah para ulama Ahlus Sunnah seringkali menguatarakan sebuah kalimat,
لَوْ كَانَ خَيرْاً لَسَبَقُوْنَا إِلَيْهِ
“Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita melakukannya.”[9] Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bid’ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya.



Minggu, 15 November 2009

Sendiri & Sedih

By; Ipins 19


Terus melangkah tanpa arah
Harus mengalah dan mengaku kalah
Lelah

Jalan sendiri
Mencari arti dan pasti
Sepi

Namun masih ada hati
Dan semoga esok masih akan ada hari
Hingga takkan lagi
Sedih

Selasa, 10 November 2009

SYUKUR ; Sebuah Renungan


 By ; Ipins 19

bersyukurlah ketika engkau sakit
karena sakit itu akan menyadarkan mu tentang nikmatnya sehat
bersyukurlah engkau ketika engkau lapar
karena engkau telah merasakan bagaimana sedih dan susahnya orang lapar
bersyukurlah engkau jika engkau miskin
karena Tuhan telah memberimu anugerah untuk dapat merasakan penderitaan sesama

bersyukurlah jika engkau adalah orang bodoh
karena kepintaran bisa membuat mu membodohi orang lain
bersyukurlah engkau ketika engkau mendapat masalah
karena engkau dapat belajar menyelesaikannya
bersyukurlah engkau ketika cinta mu gagal
karena kegagalan cinta akan membuat mu mengerti tentang kesucian cinta
bersyukurlah engkau jika engkau mati
karena Tuhan telah melepaskan mu dari segala kemaksiatan dunia

sadarilah !!! bahwa kekurangan itu adalah suatu anugerah
dan sadarilah bahwa kekurangan itu suatu kenikmatan luar biasa yang Tuhan berikan
abadilah di dunia dan akhirat atas orang yang selalu mensyukuri kekurangan dirinya
TUHAN...semoga itu terjadi padaku dan pada semua orang-orang yang ku cintai.

Jumat, 06 November 2009

Penyesalan ; Sesuatu yang Indah

By ; ipins

Hidup bukan sebuah perjalan tanpa arti. Hidup adalah sebuah ritme yang silih berganti, saling bertautan antar waktu, dan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk di dunia yang lebih kekal kelak. Berkaitan dengan waktu, hidup memberi banyak masa indah dan suram. Semuanya terangkum menjadi satu dalam folder ingatan yang disebut "kenangan". Sebuah kenangan meberi banyak dorongan untuk berjuang memberikan yang terbaik bagi hidup. Semua dorongan itu mebawa dampak bagi rasa yang kita alami. Ada kepuasan, kesenangan, kerinduan, dan sebagainya. Satu yang terpenting adalah "penyesalan".
Penyesalan bukan sebuah kata yang buruk. Justru dengan penyesalan hidup semakin berarti karena kita akan berusaha menjadi insan yang lebih baik di kemudian hari. Namun, ada kalanya juga batin tak mempu mengatasi sebuah perihnya penyesalan. Hal tersebut yang membuat hidup semakin terpuruk tanpa arah tujuan.
Aku pernah menyesal untuk satu keputusan terpenting dalam hidup. Begitu pun orang-orang di sekelilingku. Satu yang mungkin bisa menjadikan penyesalan menjadi hal yang indah yaitu luapkanlah penyesalan itu mungkin dalam bentuk tangisan, tulisan, nyayian dan tindakan positif lain. Itu semua dilakukan semata-mata untuk meredakan emosi dan menenangkan batin. Kemudian, cari solusi yang tepat untuk mengatasi sebuah penyesalan. Dengan begitu hidup tak akan menjadi sia-sia.
"Hidup tak akan berhenti saat kita menghadapi sebuah penyesalan, justru hidup akan menjadi terang kala kita berhasil melepaskan penyesalan dan merubahnya menjadi sesuatu yang indah.