Selasa, 13 November 2012

GeramanQ



Q mengeluh: "TIDAK MUNGKIN",
DIA mjawab: "Jika Allah menghendaki ssuatu, cukup bkta JADI, maka JADILAH". (QS. Yasin: 82)
Q mengeluh: "Q TERLALU LELAH",
DIA mjawab: "Aku ciptakan TIDURmu utk ISTIRAHATmu". (QS. an-Naba': 9)
Q mengeluh: "Q TIDAK MAMPU",
DIA mjawab: "Allah tidak MEMBEBANKAN ssuatu pd ssorg melainkan ssuai dg KEMAMPUANnya". (QS. al-Baqarah: 286)
Q mengeluh: "Q STRESS",
DIA mjawab: "Hanya dg MENGINGAT ALLAH, maka HATI mjdi TENANG". (QS. al-Ru'du: 28)
Q mengeluh: "Q TIDAK BERGUNA",
DIA mjawab: "Maka barang siapa mengerjakan AMAL KEBAIKAN sberat DZARRAH, niscaya DIA akan melihat KEBAIKANnya". (QS. al-Zalzalah: 7)

Senin, 12 November 2012

ARTI NAMA-NAMA BULAN HIJRIYAH



Kalender Islam menggunakan peredaran bulan sebagai acuannya, berbeda dengan kalender biasa (kalender Masehi) yang menggunakan peredaran matahari.
Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Khalifah Umar bin Khatab, yang menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah saw dari Mekah ke Madinah.
Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari berkisar 29 - 30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman Allah SWT: ”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (QS : At Taubah(9):36).
Sebelumnya, orang arab pra-kerasulan Rasulullah Muhammad SAW telah menggunakan bulan-bulan dalam kalender hijriyah ini. Hanya saja mereka tidak menetapkan ini tahun berapa, tetapi tahun apa. Misalnya saja kita mengetahui bahwa kelahiran Rasulullah SAW adalah di tahun gajah.

Sabtu, 27 Oktober 2012

WESTERNISASI, ISLAMISASI DAN NASIONALIS



Dalam pembaharuan di kerajaan Usmani, dapat dilihat adanya tiga golongan pembaharuan. Pertama, golongan Barat yang ingin mengambil peradaban Barat sebagai dasar pembaharuan. Bagi golongan kedua, golongan Islam, dasar itu seharusnya adalah Islam. Golongan ketiga, golongan nasionalis Turki, yang timbul paling kemudian, melihat bahwa bukan peradaban Barat dan bukan Islam yang harus dijadikan dasar, tetapi nasionalisme Turki.
Untuk dapat memahami pembaharuan yang dianjurkan oleh ketiga golongan tersebut perlu diketahui terlebih dahulu identitas masing-masing. Betulkah golongan Barat mengingini westernisasi, dalam arti meniru segala apa yang ada di Barat? Dan golongan Islam, siapakah mereka? Apakah mereka golongan yang disebut tradisionalis, yang ingin mempertahankan tradisi yang semenjak lama telah ada pada umat Islam? Ataukah mereka termasuk golongan yang disebut modernis, yang ingin kembali kepada ajaran-ajaran dasar dalam Islam seperti terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits dan mengadakan interpretasi yang sesuai dengan zaman modern? Dan golongan nasionalis Turki, apa pendirian mereka terhadap agama? Betulkah mereka mempunyai faham sekularisme?

Sabtu, 29 September 2012

Peran Agama dan Budaya Dalam Mengatasi Dekadensi Moral Bangsa



Oleh: Coel Ipins

Prolog
Agama dibutuhkan sebagai upaya manusia untuk hidup dalam keadaan damai. Dalam Islam sendiri kedamaian tidak hanya kita butuhkan di dunia ini tapi juga di akhirat nanti. Nilai agama itu harus senantiasa masuk dalam setiap langkah kehidupan kita, baik dalam konteks bermasyarakat, berbangsa maupun beragama. Maka pandangan orang beragama terhadap suatu negara, misalkan, akan sangat berbeda dengan pandangan orang yang tidak beragama.
Sikap prilaku manusia, termasuk tata laku beragama, merupakan buah hasil dari hubungan dinamika timbal balik (resiprokal) antara tiga faktor. Ketiga-tiganya memainkan peranan dalam melahirkan tindakan insani, walaupun dalam tindakan antara satu faktor dan yang lain lebih besar peranannya dan dalam tindakan yang lain faktor lain juga lebih berperan. Ketika faktor dimaksud adalah a) sebuah gerak atau dorongan yang secara spontan dan alamiah terjadi pada manusia; b) ke-aku-an manusia sebagai inti-pusat kepribadiannya; dan c) situasi manusia atau lingkungan hidupnya.