Dalam perkembangan hidupnya, manusia seringkali berhadapan dengan berbagai masalah yang mengatasinya berat. Akibatnya timbul kecemasan, ketakutan dan ketidaktenangan, bahkan tidak sedikit manusia yang akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yang semula dianggap tidak mungkin dilakukannya, baik melakukan kejahatan terhadap orang lain seperti banyak terjadi kes-kes pembunuhan termasuk pembunuhan terhadap anggota keluarga sendiri maupun melakukan kejahatan terhadap diri sendiri seperti meminum minuman keras dan ubat-ubat terlarang hingga tindakan bunuh diri. Oleh karena itu, ketenangan dan kedamaian jiwa sangat diperlukan dalam hidup ini yang terasa kian berat dihadapinya. Itu sebabnya, setiap orang ingin memiliki ketenangan jiwa. Dengan jiwa yang tenang kehidupan ini dapat dijalani secara teratur dan benar sebagaimana yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya. Untuk bisa menggapai ketenangan jiwa, banyak orang yang mencapainya dengan cara-cara yang tidak Islami, sehingga bukan ketenangan jiwa yang didapat tapi malah membawa kecelaruan dalam jiwanya itu. Untuk itu, secara tersurat, Al-Quran menyebutkan beberapa cara praktis.
Hidup itu seperti musik, yang harus di komposisi oleh telinga, perasaan dan instink, bukan oleh "peraturan"
Kamis, 12 November 2009
Selasa, 10 November 2009
Refleksi Hari Pahlawan ; Ironi Kepahlawanan dalam Aktualisasi Mahasiswa
By ; Ipins 19
Refleksi Hari Pahlawan juga dapat dikaitkan dengan eksistensi mahasiswa. Sebab, mahasiswa dan patriotisme menjadi satu-kesatuan.
Patriotisme adalah perasaan cinta yang kuat terhadap tanah air. Setiap orang sudah dianugerahi rasa patriot. Rasa patriot itu dijadikan oleh setiap orang untuk menjalankan amanat. Cinta tanah air ini sudah pasti wujud di hati setiap individu masyarakat Indonesia yang berdaulat dan merdeka dalam usaha mencapai matlamat dan aspirasi negara.
Tidak dapat diingkari bahwa pada zaman penjajahan, para pemuda berjuang sangat keras dan gigih bersemangat tidak takut mengorbankan harta bahkan nyawa demi Negara dan bangsanya. Tatkala mereka berhasil memerdekakan bangsa, maka sangat wajar kalau diberi gelar pahlawan. Baik yang gugur maupun yang sempat menikmati zaman kemerdekaan. Atas jasa mereka menghancurkan dan mengusir penjajah, bisa hidup dalam negara yang diimpikan. Bebas dari belenggu penjajahan baik fisik maupun mental.
Tiap zaman menciptakan pahlawan. Mungkin hanya musuh dan medan perangnya yang berbeda. Namun nilai perjuangannya tetap sama. Anak-anak sekarang juga berjuang sangat keras menghadapi musuh yang bentuk serta wilayah yang sangat luas. Pertarungan satu lawan satu atau tawuran pada setiap waktu dan kesempatan. Tidak ada detik dan menit yang terlewat. Sehingga wajar bila seseorang yang berhasil tamat SMU dan masih tetap jadi anak baik sesuai dengan harapan orang tuanya, juga diberi gelar pahlawan.
Anak sekarang mulai dari bayi sudah menghadapi perjuangan keras. Musuhnya sangat banyak dan bisa berada di mana dan bentuk apa saja. Sebahagian besar bahkan berbahaya dan mematikan. Sang bayi harus berhadapan dengan keinginan ibunya untuk menambah pendapatan keluarga atau ingin tetap cantik dalam memperebutkan ASI. Makanan susu kaleng dihidangkan tanpa anak mampu membantah, padahal memiliki kandungan racun yang mematikan.
Kala sang anak mula bermain. Berlapis musuh sudah menghadang. Permainan elektronik yang mempengaruhi syaraf dan pikiran datang bertubi menyerang, baik dari internal (orang tua) maupun eksternal (lingkungan). Sebagian orang tua bahkan berada pada posisi sang musuh. Makin besar sang anak, musuhpun semakin banyak. Posisi orang tua dan guru sebagai pendidik dan pengajar sebagian direbut oleh media tontonan yang tak pantas menjadi tontonan dan tuntunan.
Bertambah dewasa, remaja menghadapi musuh hampir di seantero sudut hidupnya. Interaksi dengan dunia luar yang melibatkan fisik maupun visual bukan serangan yang enteng. Terjajah atau merdeka. Bagi yang dilengkapi fasilitas cukup, tetap di rumah atau menyendiri dalam ruangan juga sama bahayanya dengan bergaul tak jelas di luar rumah. Kekerasan di dunia nyata tidak lebih berat dari kekerasan dunia maya.
Unjuk rasa itu merupakan ciri negatif yang melekat pada mahasiswa. Sukarno menyatakan dapat mengubah dunia bila diberikan sepuluh pemuda. Peran untuk mahasiswa untuk mengubah suatu keadaan di negara manapun memang sangat signifikan. Unjuk rasa merupakan protes yang dilakukan secara massal yang istilah sekarang disebut demonstrasi. Unjuk rasa sebenarnya merupakan salah satu cara untuk menyampaikan pendapat, dan jelas bukan merupakan cara untuk melepaskan kemarahan, kegeraman, kegusaran, atau unjuk kekuatan fisik. Hal ini dilakukan bila jalur komunikasi sudah tidak lagi terjalin dengan baik. Demonstrasi juga bisa hanya sekadar mencari perhatian, meningkatkan nilai tawar atau memang untuk menekan pihak yang didemonstrasikan.
Demonstrasi yang baik biasanya memiliki isu yang akan dikomunikasikan sebagai tema perjuangan. Tujuannya dipahami para demonstran dan perilaku peserta mampu dikordinir dengan baik. Setiap demonstran harus bisa menjawab tujuan melakukan demonstrasi, pesan apa yang akan disampaikan, siapa yang jadi target penerima pesan, apa yang ingin dicapai, mengapa ikut sebagai demonstran dan apa dukungan atau simpati yang akan digalang dari masyarakat.
Fakta juga menunjukkan bahwa kreadibilitas dan nilai perjuangan yang disampaikan pada suatu demonstrasi dapat melorot bila para demonstran tidak tahu tujuan demonstrasi secara jelas. Istilah demonstran bayaran, demonstran pesanan, demonstran zomnie mulai meluncurkan citra suatu "episode" demonstrasi pada sebagian besar bangsa kita saat ini.
Kekerasan dalam Demonstrasi & Unjuk Rasa
Karena ada dua pihak yang berseberangan, maka hampir di setiap unjuk rasa akan ada perbenturan. Perbenturan sebenarnya bisa dihindari kalau kedua belah pihak tetap mengemukakan akal sehat. Bila tidak, perbuatan anarkis dan premanisme akan terjadi. Tidak ada lagi beda rasional dan emosional, konstruktif dan destruktif, orang tua dan anak-anak, budi pekerti dan kezaliman.
Bila dilihat dari segi pelakunya, perilaku anarkis dalam berdemonstrasi bila saja hanya sebagai perwujudan frustasi atau munculnya sikap alam bawah sadar pelaku demonstrasi selama ini terpendam dalam. Perjuangan berat sedari bayi hingga melewati masa remaja yang selama ini merupakan diorama dan terpatri dalam hati, akan kebangkitan dalam gejolak massa . Jadilah demonstrasi sebagai pelampiasan kegeraman atau perlawanan. Apalagi media massa cetak dan elektronik juga selalu menampilkan perilaku kekerasan atau contoh langsung kerumunan massa yang berbuat anarkis.
Bergabunglah kelompok kaum frustasi dan yang telah atau merasa terzalimi. Bergabunglah kelompok yang ingin menyampaikan pesan untuk mencapai tujuan dengan kelompok yang tersulut emosi. Mungkin juga ada yang coba memunculkan jati diri palsu yang jadi obsesinya karena dipupuk kondisi lingkungannya. Menyatulah rasa perlawanan atas kekalahan yang selalu mewarnai kehidupannya dalam persaingan demi persaingan setiap episode hidupnya selama ini.
Demonstrasi dengan kekerasan biasanya dipicu semangat kebersamaan semu. Merasa memiliki identitas yang sama karena bergerak bersama. Merasa akan tersisih dari kelompok bila tidak berbuat bersama, atau merasa pahlawan bila bisa berbuat lebih hebat dari yang lain.
Label:
Essay
SYUKUR ; Sebuah Renungan
By ; Ipins 19
bersyukurlah ketika engkau sakit
karena sakit itu akan menyadarkan mu tentang nikmatnya sehat
bersyukurlah engkau ketika engkau lapar
karena engkau telah merasakan bagaimana sedih dan susahnya orang lapar
bersyukurlah engkau jika engkau miskin
karena Tuhan telah memberimu anugerah untuk dapat merasakan penderitaan sesama
bersyukurlah jika engkau adalah orang bodoh
karena kepintaran bisa membuat mu membodohi orang lain
bersyukurlah engkau ketika engkau mendapat masalah
karena engkau dapat belajar menyelesaikannya
bersyukurlah engkau ketika cinta mu gagal
karena kegagalan cinta akan membuat mu mengerti tentang kesucian cinta
bersyukurlah engkau jika engkau mati
karena Tuhan telah melepaskan mu dari segala kemaksiatan dunia
sadarilah !!! bahwa kekurangan itu adalah suatu anugerah
dan sadarilah bahwa kekurangan itu suatu kenikmatan luar biasa yang Tuhan berikan
abadilah di dunia dan akhirat atas orang yang selalu mensyukuri kekurangan dirinya
TUHAN...semoga itu terjadi padaku dan pada semua orang-orang yang ku cintai.
bersyukurlah ketika engkau sakit
karena sakit itu akan menyadarkan mu tentang nikmatnya sehat
bersyukurlah engkau ketika engkau lapar
karena engkau telah merasakan bagaimana sedih dan susahnya orang lapar
bersyukurlah engkau jika engkau miskin
karena Tuhan telah memberimu anugerah untuk dapat merasakan penderitaan sesama
bersyukurlah jika engkau adalah orang bodoh
karena kepintaran bisa membuat mu membodohi orang lain
bersyukurlah engkau ketika engkau mendapat masalah
karena engkau dapat belajar menyelesaikannya
bersyukurlah engkau ketika cinta mu gagal
karena kegagalan cinta akan membuat mu mengerti tentang kesucian cinta
bersyukurlah engkau jika engkau mati
karena Tuhan telah melepaskan mu dari segala kemaksiatan dunia
sadarilah !!! bahwa kekurangan itu adalah suatu anugerah
dan sadarilah bahwa kekurangan itu suatu kenikmatan luar biasa yang Tuhan berikan
abadilah di dunia dan akhirat atas orang yang selalu mensyukuri kekurangan dirinya
TUHAN...semoga itu terjadi padaku dan pada semua orang-orang yang ku cintai.
Label:
renungan
Jumat, 06 November 2009
Penyesalan ; Sesuatu yang Indah
By ; ipins
Hidup bukan sebuah perjalan tanpa arti. Hidup adalah sebuah ritme yang silih berganti, saling bertautan antar waktu, dan kesempatan yang diberikan Tuhan untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk di dunia yang lebih kekal kelak. Berkaitan dengan waktu, hidup memberi banyak masa indah dan suram. Semuanya terangkum menjadi satu dalam folder ingatan yang disebut "kenangan". Sebuah kenangan meberi banyak dorongan untuk berjuang memberikan yang terbaik bagi hidup. Semua dorongan itu mebawa dampak bagi rasa yang kita alami. Ada kepuasan, kesenangan, kerinduan, dan sebagainya. Satu yang terpenting adalah "penyesalan".
Penyesalan bukan sebuah kata yang buruk. Justru dengan penyesalan hidup semakin berarti karena kita akan berusaha menjadi insan yang lebih baik di kemudian hari. Namun, ada kalanya juga batin tak mempu mengatasi sebuah perihnya penyesalan. Hal tersebut yang membuat hidup semakin terpuruk tanpa arah tujuan.
Aku pernah menyesal untuk satu keputusan terpenting dalam hidup. Begitu pun orang-orang di sekelilingku. Satu yang mungkin bisa menjadikan penyesalan menjadi hal yang indah yaitu luapkanlah penyesalan itu mungkin dalam bentuk tangisan, tulisan, nyayian dan tindakan positif lain. Itu semua dilakukan semata-mata untuk meredakan emosi dan menenangkan batin. Kemudian, cari solusi yang tepat untuk mengatasi sebuah penyesalan. Dengan begitu hidup tak akan menjadi sia-sia.
"Hidup tak akan berhenti saat kita menghadapi sebuah penyesalan, justru hidup akan menjadi terang kala kita berhasil melepaskan penyesalan dan merubahnya menjadi sesuatu yang indah.
Label:
renungan
Langganan:
Postingan (Atom)


